HIRADC (Definisi, Tujuan dan Metode)

HIRADC (Definisi, Tujuan dan Metode)

HIRADC (Definisi, Tujuan dan Metode)

Katigapedia. Identifikasi Risiko (Hazard Identification), Penilaian Risiko (Risk Assessment), dan Pengendalian Risiko (Determining Control) atau dikenal dengan istilah HIRADC. HIRADC merupakan elemen penting dalam sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja karena berkaitan langsung dengan upaya pencegahan dan pengendalian bahaya yang digunakan untuk menentukan objektif dan rencana K3.

HIRADC adalah suatu metode untuk mengidentifikasi bahaya, pemeringkatan risiko, dan menentukan pengendalian dari bahaya tersebut.

Tujuan HIRADC adalah mencegah kecelakaan kerja dengan mengidentifikasi bahaya dan risiko.


Metode Penerapan HIRADC

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pelaksananaan HIRADC :

  1. Hazard/Bahaya
  2. Risk/Risiko
  3. Penentuan untuk pengendalian bahaya dan risiko ( harus mempertimbangkan hierarki dari pengendalian : eliminasi, subtitusi, isolasi, engineering control, penandaan/peringatan/administrative control, PPE)
  4. Perubahan dari management
  5. Pencatatan dan dokumentasi dari kegiatan HIRADC (misalnya : HIRADC register)
  6. Tinjauan yang berkelanjutan.


Apa aja yang harus diperhitungkan dalam membuat HIRADC?

Di dalam OHSAS 18001;2007 menerangkan hal-hal yang harus masuk dalam membuat HIRADC, karena HIRADC merupakan salah satu dasar dari penerapan OHSAS :

  1. Kegiatan rutin dan non rutin (keadaan gawat darurat, bencana alam, kegiatan pemeliharaan yang diluar jadwal, pembersihan, pengoperasian mesin,shut down / start up, visit dari kontraktor/pelanggan, keadaan lain yg memang tidak rutin dilakukan oleh organisasi)
  2. Semua kegiatan yang memungkinkan seluruh pekerja/orang mempunyai akses masuk di area kerja (termasuk kontraktor dan juga pengunjung/tamu).
  3. Perilaku manusia, kemampuan, dan juga faktor manusia. (sifat, kesalahan dari pihak manusia, perilaku, kebiasaan, stress dll).
  4. Bahaya yang berasal dari luar tempat kerja yang dapat menimbulkan efek buruk ke kesehatan dan keselamatan pekerja di organisasi.
  5. Hazard/ bahaya yang timbul dari kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan atau aktivitas yang berada dibawah kendali dilingkungan kerja dan organisasi (semua ini juga bisa berasal dari aspek lingkungan)
  6. Infrastruktur/sarana/prasarana, peralatan dan material di tempat kerja, yang disediakan oleh pihak organisasi atau pihak luar.
  7. Perubahan atau rencana perubahan pada organisasi, kegiatannya, dan bahan yang digunakan.
  8. Modifikasi dari SMK3, termasuk yang bersifat sementara, dan pengaruhnya terhadap kegiatan operasi, proses atau aktivitas.
  9. Semua peraturan yang mengikat yang berkaitan dengan penilaian risiko dan pengendalian yang dibutuhkan.
  10. Desain dari area kerja, proses, instalasi, mesin/peralatan, termasuk kemampuan adaptasi dari pekerja/manusia.


Di dalam menentukan pembuatan metodologi atau cara untuk melakukan HIRADC, dan metodologi yang digunakan itu berbentuk tindakan yang proaktif diantaranya :

  • Observasi langsung, cara untuk melakukan ini harus dengan observasi langsung yang diserahkan kepada organisasi tergantung dari kebutuhan organisasi untuk melakukan HIRADC, tergantung dari ruang lingkup, sifat, besar kecil organisasi, waktu,biaya dan ketersediaan data untuk pelaksanaan HIRADC.dari semua itu diharapkan metode yang dipilih dapat mencakup untuk pelaksanaan HIRADC yg ada di organisasi.
  • Diskusi Group, sebelum melaksanakan teknik HIRADC diperlukan fokus group diskusi oleh orang yg kompeten dan terlibat dalam pelaksanaan.
  • Membayangkan, orang orang yang berkopeten harus bisa membayangkan risiko, bahaya, serta menentukan strategi dalam pelaksanaan keselamatan kerja dengan menggunakan tekhnik HIRADC.
  • Faktor yang dinilai pada metode HIRADC adalah kemungkinan dan dampak dari bahaya tersebut . Selain itu yang dinilai untuk diturunkan bukan ke personalnya, tapi lebih ke bahaya yang ditimbulkan sampai batas yang bisa diterima.

Posting Komentar

0 Komentar