Korosif (B3)

Korosif (B3)

Korosif (B3)

Kata korosif berasal dari kata dalam bahasa Latin corrodere, yang berarti "menggerogoti", maksudnya bahwa zat ini mampu "menggerogoti" daging atau bahan lain.

www.katigapedia.my.id Korosif mengacu pada apapun zat kimia yang mampu melarutkan struktur benda target. Zat ini dapat bersifat asam, oksidator, atau basa. Saat zat ini diteteskan pada permukaan, permukaan tersebut akan menyusut. Bahkan kerusakan ini mampu diciptakan hanya dalam beberapa menit, misalnya saat asam klorida pekat mengenai kulit; atau bahkan perlahan-lahan seperti besi jembatan yang karatan.

Karakteristik bahan dengan sifat ini umumnya bisa dilihat dari tingkat keasamaannya. pH dari bahan bersifat korosif lazimnya berada pada kisaran < 2 atau >11,5. Beberapa contoh bahan dengan simbol ini misalnya belerang oksida dan klor. Jangan menghirup uap dari bahan ini, jangan pula membuatnya kontak langsung dengan mata dan kulit Anda.  Mereka juga bisa menyebabkan iritasi. Frase-R untuk bahan korosif yaitu R34 dan R35.

Istilah kaustik sering dimaknai sebagai zat yang korosif pada jaringan hidup. Zat ini disebut iritan bila konsentrasinya rendah, dan pengaruhnya pada jaringan hidup disebut iritasi. Saat konsentrasinya tinggi, zat korosif dapat menyebabkan luka bakar kimia, suatu kerusakan jaringan hidup yang berbeda. Zat korosif berbeda daripada zat beracun karena sifat korosif dapat terjadi secara langsung, sedangkan racun mungkin memiliki pengaruh racun sistemik yang dapat terjadi dalam jangka waktu tertentu. Awam sering menyebut korosif sebagai zat beracun tetapi konsepnya berbeda secara teknis. Namun; ada zat yang bersifat korosif sekaligus beracun.

Hal ini akan berbeda dengan korosi pada permukaan benda tak hidup. Misalnya, air dapat menyebabkan korosi besi besi sebagai karat, tembaga sebagai patina, dan perak atau dan logam lainnya membentuk noda .

Pada simbol kimia internasional, korosi logam maupun korosi kulit dapat menggunakan simbol korosif. Katigapedia.

Posting Komentar

0 Komentar