Mengenal PAK Silikosis (Akibat Debu Silika)

Mengenal PAK Silikosis (Akibat Debu Silika)

Mengenal PAK Silikosis (Akibat Debu Silika)

Menurut Budiono (2003) Silikosis adalah fibrosis paru yang disebabkan oleh menghirup debu yang mengandung silika bebas, ini adalah yang paling umum dan parah dari semua pneumoconiosis. Silikosis pada dasarnya adalah fibrosis nodular paru-paru: ketika nodul menyatu dalam massa yang berserat besar.

Silikosis terjadi akibat inhalasi debu yang mengandung silika untuk waktu lama selama pekerjaan, seperti pengerjaan pengeboran logam, pengasahan lensa, penambangan granit/batu tulis dan pembuatan terowongan. Pada stadium dini foto ronsen dapat ditemukan adanya nodulus kecil dan pasien biasanya tak menunjukkan gejala. Kelenjar getah bening halus mungkin menunjukan adanya suatu kalsifikasi pada bagian tepinya (John, 1990).

Silikosis terjadi setelah penghirupan silika bebas dan paling sering terjadi pada pekerja yang aktif di penghancuran batu, pertambangan, dan pembuatan terowongan pada batu-batuan yang mengandung kwarsa, misalnya pada pertambangan emas.

Silikosis terbagi menjadi empat jenis, yakni :

  1. Noduler, dengan lesi hialin dan kolegan pada paru
  2. Fibrosis debu campuran, dengan lesi fibrotic paru yang tidak teratur dan berbintang ;
  3. Diatomit, gambaran yang mirip dengan alveolitis fibrosans dan biasanya disebabkan oleh tanah diatomi;
  4. Akut, sebuah lipoproteinosis alveoli yang cepat berkembang dengan alveolitis fibrosans;
  5. Secara klinis terdapat 3 bentuk silikosis, yaitu silikosis akut, silikosis kronik dan silikosis terakselerasi.


Penyebab Silikosis

Paparan terhadap 1-2 mg kuarsa/m3 dapat menyebabkan penyakit yang terdeteksi dalam 5-15 tahun. Mula-mula timbul perubahan pada foto sinar-X, diikuti kelainan fungsi paru dan timbulnya gejala. Pada tingkat paparan yang lebih rendah, Penyakit berkembang lebih lama dan gejala seringkali tidak tampak hingga setelah berhentinya paparan WHO (1993).

Daftar pekerjaan yang bisa membuat pekerja menghirup paparan crystalline silica, antara lain:

  • Pekerja berbagai pertambangan, seperti batu bara dan batu keras
  • Pekerjaan konstruksi bangunan
  • Pekerjaan terowongan
  • Pertukangan batu
  • Pasir
  • Pabrik kaca
  • Pekerjaan keramik
  • Pekerjaan baja
  • Penggalian
  • Pemotongan batu


Pencegah atau Cara mengatasi silikosis?

Beberapa hal yang dapat Anda lakukan di rumah untuk mencegah dan mengatasi sekaligus sebagai upaya pencegahan terhadap penyakit silikosis, antara lain:

  • Untuk pekerja, kenakan masker khusus yang disebut respirator untuk menghindari terhirupnya silika. Masker dapat ditandai untuk penggunaan “abrasive blasting”.
  • Semprotan air dan metode pemotongan basah dapat mengurangi risiko paparan silika.
  • Tempat kerja dan lingkungan harus memenuhi standar Occupational Safety and Health Administration (OSHA), termasuk ventilasi yang tepat. Pengelola dapat mengawasi kualitas udara pada tempat kerja untuk memastikan tidak ada silika berlebih di udara dan wajib langsung melaporkan semua insiden silikosis.
  • Dengan debu yang mengandung silika, pekerja harus makan, minum atau merokok jauh dari area tersebut.
  • Cuci tangan sebelum melakukan aktivitas untuk membersihkan tangan dari debu.
  • Lakukan imunisasi tahunan, seperti pneumococcal dan influenza.
  • Waspadalah terhadap berkembangnya TB atau infeksi lain.
  • Cari informasi lengkap seputar silikosis dan paparan debu silika.
  • Buat rencana untuk mengatasi kambuhnya penyakit ini.

Posting Komentar

0 Komentar