Tujuan Safety Induksi K3 Pada Karyawan

Tujuan Safety Induksi K3 Pada Karyawan

Tujuan Safety Induksi K3 Pada Karyawan

Safety Induction (Induksi K3 Karyawan) adalah pengenalan dasar-dasar Keselamatan kerja dan Kesehatan Kerja (K3) kepada karyawan baru atau visitor (tamu) dan dilakukan oleh karyawan dengan jabatan setingkat supervisory (dari divisi OSHE / Safety) dan bisa juga bisa dilakukan oleh yang paham tentang K3 dengan level jabatan minimum seperti tersebut diatas (minimal Foreman, dan supervisor up).


Penyebab pekerja baru mengalami kecelakaan kerja :

  • Kurangnya pengalaman kerja di industri atau tempat kerja baru.
  • Kurangnya pemahaman tentang pekerjaan dan lingkungan kerja.
  • Pekerja kurang peduli terhadap manajemen K3.


Keuntungan Dari Induksi Safety :

  1. Seseorang lebih memahami tentang pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) saat berada di wilayah pertambangan.
  2. Mendapatkan informasi terbaru tentang kondisi dalam tambang.
  3. Lebih memahami potensi bahaya yang mungkin terjadi di dalam wilayah tambang dan memahami bagaimana cara mengatasinya
  4. Meminimalisir kemungkinan terjadinya kecelakaan saat berada dalam wilayah pertambangan.
  5. Dan beberapa keuntungan lainnya yang mungkin belum saya ketahui.


Contoh Materi Pembahasan Safety Induction

Safety Induction sangat penting diberikan kepada para pekerja baru. Melalui safety induction, pekerja dapat mengetahui potensi bahaya yang ada di lingkungan kerja dan tindakan pengendaliannya. Selain itu, pekerja juga dapat memahami beberapa hal yang umumnya dibahas pada safety induction antara lain:

  • Hak dan kewajiban pekerja dan pengusaha dalam hal Keselamatan dan Kesehatan Kerja berdasarkan peraturan yang berlaku.
  • Kebijakan dan sistem manajemen K3 perusahaan.
  • Peraturan umum Keselamatan dan Kesehatan Kerja perusahaan.
  • Prestasi K3 dan pengalaman kegagalan sistem K3 (Kecelakaan).
  • Gambaran umum kegiatan perusahaan dan struktur organisasi perusahaan.
  • Prosedur tanggap darurat, nomor telepon, komunikasi saluran radio.
  • Prosedur evakuasi dan tempat berkumpul bila ada kebakaran dan atau keadaan darurat.
  • Pusat Pertolongan Pertama Kecelakaan (P3K).
  • Pengenalan terhadap lokasi dan alat kerja serta fasilitas lainnya.
  • Potensi bahaya dan kecelakaan yang pernah terjadi di lokasi kerja.
  • Alat pelindung diri yang wajib untuk lokasi tersebut.
  • Gambaran umum kegiatan departemen unit kerja dan struktur organisasinya.
  • Prosedur kerja yang terkait dengan tugas yang akan dikerjakan atau akan segera dilakukan.
  • Prosedur pelaporan kecelakaan.

Informasi safety induction dapat disesuaikan dengan kondisi perusahaan dan jenis pekerjaan yang dilakukan. Cara penyampaiannya pun beragam, dapat berupa penjelasan langsung atau melalui media, seperti buku saku safety induction, atau safety induction video. Safety induction biasanya diberikan langsung oleh pengawas atau atasan.

Posting Komentar

0 Komentar