CSMS (Contractor Safety Management System)

CSMS (Contractor Safety Management System)

CSMS (Contractor Safety Management System)

Katigapedia. CSMS (Contractor Safety Management System) adalah suatu Sistem Manajemen K3 yang diterapkan kepada kontraktor, meliputi beberapa elemen K3 yang sesuai dengan standar yang diacu (ISRS, ANSI, OHSAS, dll). CSMS sebagai bahan pertimbangan awal oleh perusahaan main contractor untuk menilai kinerja Kontraktor yang akan diterimanya.


Mengapa Perusahaan Wajib Menerapkan CSMS?

  • Syarat lolos prakualifikasi perusahaan main contractor
  • Meningkatkan profit perusahaan.
  • Mengurangi angka kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
  • Membangun citra positif perusahaan


Manfaat penerapan CSMS pada perusahaan :

  • Meningkatkan keefektifan sistem pengelolaan perusahaan yang sudah ada dalam bidang HSE
  • Mengurangi angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat pekerjaan, mengurangi resiko biaya pengobatan dan hilangnya waktu kerja
  • Meningkatkan Perbaikan kinerja K3LL secara berkesinambungan bagi Perusahaan dan kontraktor dengan mengatur program K3LL yang efektif pada kontrak
  • Membantu memfasilitasi hubungan antara kegiatan kontraktor dengan kegiatan perusahaan/ klien, main kontraktor dan sub kontraktor dalam mengatur program yang selaras
  • Administrasi dokumen perusahaan yang efektif
  • Meningkatkan profit perusahaan
  • Mendapatkan tingkat performance perusahaan yang tinggi


Tahapan CSMS

Tahapan yang dilakukan dalam CSMS, meliputi 6 Tahapan CSMS :

1. Risk Assessment

Pada tahap ini, perusahaan yang akan memberikan kontrak kepada kontraktor akan:

  • Menilai dan menakar risiko aktivitas pekerjaan yang akan dikontrakkan.
  • Mengkategorikan risiko dengan kategori rendah, menengah dan tinggi.

Hal hal yang mempengaruhi risiko, antara lain adalah jenis pekerjaan, lokasi pekerjaan, potensi celaka karena bahaya di tempat kerja, potensi celaka karena aktivitas kontraktor, pekerjaan simultan oleh beberapa kontraktor, lamanya pekerjaan, pengalaman dan keahlian kontraktor.

2. Pre-Qualification

Untuk meneliti kualifikasi kontraktor dalam hal K3. Hanya mereka yang memiliki sistem K3 yang akan diikutkan di dalam proses tender.

3. Selection

Untuk memilih kontraktor terbaik diantara mereka yang mengikuti tender.

4. Pre-job activity

Langkah ini dilakukan untuk membuka komunikasi awal antara petugas lapangan kontraktor dan petugas lapangan terutama pada perusahaan minyak dan tambang.

5. Work in progress

Inspeksi Keselamatan Kerja (Safety Inspection)

Program Keselamatan Kerja (Safety Program): Safety Meeting, Safety Inspection, Safety Promotion, Safety Communication, Emergency Drills and Exercise, Incident Investigation

6. Final evaluation

Evaluasi akhir ini merupakan langkah penilaian kinerja K3 kontraktor selama pra-kualifikasi dan pekerjaan Berlangsung. Hasil evaluasi akan disimpan di bank data dan akan menjadi bahan pertimbangan apakah kontraktor tersebut layak untuk mendapat pekerjaan yang akan datang

Posting Komentar

0 Komentar